Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, M.H., dalam laporan pembukanya menyampaikan bahwa pertemuan yang berlangsung pada 28 hingga 30 Oktober 2026 ini bertujuan mengevaluasi capaian, mengidentifikasi kesenjangan kapasitas, serta menyusun rencana tindak lanjut yang terukur. Salah satu fokus utama dalam pertemuan ini adalah pematangan konsep operasionalisasi Ambulans Udara yang melibatkan jajaran BKK sebagai garda terdepan evakuasi medis darurat.
Wamenkes dr. Benjamin menjelaskan bahwa inisiatif ambulans udara ini berawal dari kunjungan kerjanya pada peluncuran purwarupa pesawat N219 buatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI), yang kemudian ditindaklanjuti dengan koordinasi lintas instansi bersama Kementerian PPN/Bappenas dan TNI Angkatan Udara. “BKK adalah yang paling siap melaksanakan tugas mulia ini. Kita akan susun pelatihan secepatnya, mulai dari wilayah Sulawesi (Manado), Kalimantan, hingga Sumatera dan Papua, untuk memastikan kecepatan respons evakuasi medis darurat seperti kasus trauma, stroke, serangan jantung, dan kegawatdaruratan ibu hamil,” tegas Wamenkes.
admin | 01 Oktober 2026
Dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila, Balai Kekarantinaan Kesehatan KelasII Sorong melaksanakan upacara peringatan pada...
admin | 30 September 2026
Dalam rangka memperingati Hari Karantina ke-149 dan HUT Barantin ke-3, Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II...
admin | 28 September 2026
Sorong, 26 September 2026 - Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Sorong turut berpartisipasi dalam kegiatan...