BEKASI — Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr. Benjamin Paulus Oktavianus, Sp.P., FAPSR secara resmi membuka kegiatan Review Meeting Surveillance dan Respon Penyakit Potensial Kejadian Luar Biasa (KLB) atau Wabah di Pintu Masuk Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit (P2) Kementerian Kesehatan RI. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan tinggi Kemenkes, kepala Balai Besar, Balai, dan Loka Kekarantinaan Kesehatan (BKK) dari seluruh Indonesia untuk memperkuat sistem kewaspadaan dini di garda terdepan negara. Dalam arahannya, Wamenkes menekankan pentingnya transformasi layanan kekarantinaan kesehatan dari pendekatan yang bersifat reaktif menjadi proaktif. Pintu masuk negara (bandara dan pelabuhan) memiliki mobilitas tinggi yang menuntut kesiapsiagaan penuh dalam menghadapi ancaman penyakit menular global.
“Jadi memang betul itu, kita harus mengubah pendekatan dari reaktif menjadi proaktif. Kalau reaktif, ada bencana baru bikin; kalau proaktif, belum ada bencana sudah mencari. Oleh karena itu, dukungan pendanaan dan penguatan kapasitas UPT harus dikawal bersama,” ujar Wamenkes dr. Benjamin Paulus Oktavianus di kesempatnnya saat membuka acara, pada (28/10/2026).
admin | 28 Agustus 2026
Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melaksanakan kegiatan Pengambilan Sumpah Pegawai Negeri Sipil...
admin | 30 Juli 2026
Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Sorong menghadiri Sosialisasi Percepatan Eliminasi Malaria di Kota Sorong yang...
admin | 26 Juli 2026
Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Sorong menghadiri Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Tingkat...